Apakah Anda selalu berselisih paham dengan rekan kerja? Apakah mendengar suara atasan Anda dapat membuat jantung Anda berdebar kencang? Apakah muncul kecemasan ketika Anda akan berangkat kerja atau bekerja secara daring setiap pagi? Apakah Anda merasa sangat lelah setiap hari, namun Anda tidak dapat melupakan kesulitan yang akan dihadapi ketika bekerja?
Jika Anda mengalami hal tersebut, maka Anda telah merasakan kelelahan atau ‘burn out’ sehingga Anda memunculkan reaksi fisik dan emosional tersebut di tempat kerja. Kondisi tersebut dapat terjadi jika Anda berada di lingkungan kerja yang tak sehat atau ‘toxic’.
Banyak hal yang dapat menyebabkan lingkungan kerja tak sehat. Mulai dari masalah sistem yang berlangsung di kantor hingga tindakan agresif yang dilakukan oleh atasan dan rekan kerja. Kondisi tersebut terus berulang setiap hari hingga dapat membuat Anda burn-out, depresi, menurunkan kepercayaan diri Anda, hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Lingkungan kerja tak sehat dapat menimbulkan persaingan antar rekan kerja, menurunnya semangat kerja, sumber stres yang terus-menerus, meningkatnya penyakit somatis pada pegawai, tingginya pegawai yang mengundurkan diri, bahkan dapat terjadi bullying.
Berikut ini panduan untuk mengidentifikasi apakah Anda sedang berada di lingkungan kerja tak sehat. Jika tempat kerja Anda memiliki salah satu indikator berikut, maka kemungkinan perusahaan Anda memiliki lingkungan kerja yang tak sehat.
- Memiliki alur komunikasi yang buruk
Kecakapan berkomunikasi merupakan keterampilan yang paling dibutuhkan dalam organisasi yang sukses. Ketika informasi yang disampaikan dari atasan maupun antar pegawai tidak jelas, memiliki gaya berbicara yang agresif, rendahnya keterampilan untuk mendengarkan pendapat rekan kerja, maka akan banyak masalah yang muncul di tempat kerja. Alur komunikasi yang buruk dapat mengakibatkan kebingungan bagi pegawai sehingga mereka kehilangan tujuan bekerja.
- Terdapat kelompok eksklusif yang senang bergosip
Kelompok eksklusif ini akan selalu bersama, saling tertawa dengan candaan yang hanya dipahami oleh mereka, dan mereka mengabaikan rekan kerja diluar kelompok tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya bullying terhadap rekan kerja diluar kelompok tersebut. Beberapa proyek akan diserahkan kepada kelompok eksklusif tersebut tanpa mempertimbangkan keterampilan atau pengalaman anggotanya. Mereka juga banyak menghabiskan waktunya untuk bergosip secara langsung atau menggunakan applikasi seperti WhatsApp.
- Buruknya kepemimpinan yang dilakukan Atasan
Kepimpinan yang buruk dapat mempengaruhi setiap aspek dalam perusahaan. Terdapat banyak aspek yang mempengaruhi buruknya kepemimpinan yang dilakukan seorang atasan, seperti atasan yang fokus pada micomanaging. Maksudnya adalah Beliau selalu mengomentari kinerja yang Anda lakukan, menyepelekan keputusan yang Anda buat, dan menghalangi Anda melakukan pekerjaan. Aspek lainnya yang dapat memperburuk kepempinan adalah The ‘Blame Game’ yaitu atasan Anda segera menyalahkan bawahannya ketika terjadi masalah. Beliau tidak mengevaluasi hasil kerja timnya secara objektif.
- Terdapat rekan kerja yang tidak semangat kerja
Anda akan menjadi kelelahan jika Anda harus menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab rekan tersebut. Rendahnya semangat kerja yang dimiliki olehnya dapat menyebarkan energi negatif bagi Anda dan rekan lainnya. Jika seluruh rekan kerja Anda tidak memiliki semangat untuk bekerja, maka Anda berpotensi berada di lingkungan kerja tak sehat.
- Terhambatnya perkembangan karir Anda
Ketika perusahaan Anda tidak menawarkan kesempatan untuk mempelajari atau mengembangkan keterampilan yang bermanfaat dalam bekerja, maka mereka tidak berniat melakukan investasi bagi perkembangan pegawainya. Ketika Anda merasa bahwa sudah tidak ada lagi hal yang dikembangkan dari diri Anda di perusahaan tersebut, maka akan lebih baik jika Anda mencari tempat kerja yang lain.
- Tingginya tingkat perputaran pegawai (employee turnover)
Banyaknya pegawai yang mengundurkan diri dari perusahaan merupakan tanda yang signifikan bahwa lingkungan kerjanya tak sehat. Keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan merupakan hal yang sulit dan memerlukan banyak pertimbangan. Ketika Anda melihat banyak orang yang memutuskan mengundurkan diri berarti perusahaan memiliki masalah yang menyebabkan terjadi hal tersebut. Selain itu, banyaknya pegawai yang diberhentikan atau dipecat juga dapat menjadi tanda bahwa perusahaan tersebut tidak sehat. Besarnya perputaran pegawai menunjukkan perusahaan tidak dapat mengelola pegawainya dengan efektif, kurangnya arahan yang jelas dari pihak top management, buruknya kepemimpinan atasan, atau kurangnya kesempatan untuk berkembang.
- Tidak ada keseimbangan kerja
Anda berhak menikmati kehidupan personal dengan maksimal diluar jam kerja. Anda juga berhak mengambil jatah cuti yang tersisa. Keseimbangan antara bekerja dan kehidupan personal merupakan hal yang penting agar Anda dapat bertahan hidup. Terkadang memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan pada diluar jam kerja. Namun, jika Anda bekerja dengan tuntutan untuk selalu siap siaga untuk bekerja termasuk di hari libur Anda, maka pekerjaan Anda sudah tak sehat.
- Muncul kelelahan yang luar biasa (burnout) ketika bekerja
Kelelahan (burnout) merupakan tanda utama bahwa lingkungan kerja Anda tak sehat atau lingkungan kerja tersebut tidak cocok bagi Anda. Ada 3 tipe burnout, yaitu:
- Frenetic Burnout : Harapan Anda terhadap penghargaan yang akan diberikan oleh atasan atau rekan kerja atas energi yang telah Anda keluarkan ternyata tidak sesuai dengan diberikan.
- Underchallenge Burnout : Tantangan yang muncul dalam pekerjaan Anda lebih rendah dari yang Anda harapkan sehingga Anda merasa bosan dengan pekerjaan tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan semangat kerja menjadi menurun.
- Worn-out Burnout : Stres yang Anda rasakan selama bekerja terjadi secara terus-menerus dan dalam waktu yang lama. Kurang penghargaan atas kinerja yang telah dilakukan membuat Anda kecewa dan tidak bersemangat bekerja.
- Munculnya firasat tidak baik
Ketika intuisi Anda mengatakan bahwa tempat kerja Anda tidak sehat, maka ada kemungkinan hal tersebut terjadi. Jika Anda merasa kecemasan Anda semakin sering terjadi, jika Anda merasa bahwa Anda didiskriminasi oleh rekan kerja, jika Anda merasa semakin sering sakit-sakitan, maka Anda perlu mengevaluasi lingkungan kerja Anda. Kemungkinan besar lingkungan kerja tak sehat yang mengakibatkan munculnya kondisi tersebut.