World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan mental sebagai suatu keadaan mental yang membuat seseorang dapat menghadapi stres dalam hidup, mengenali kemampuan yang dimiliki, mampu bekerja dan belajar dengan baik, serta berkontribusi terhadap komunitas disekitarnya. Kesehatan mental lebih dari sekedar ketiadaan gangguan mental. Kesehatan mental memiliki kontinum yang kompleks karena setiap orang memiliki penilaian yang subjektif terhadap kesulitan dan stres yang dialami.
Sepanjang rentang kehidupan, manusia akan dihadapkan pada berbagai situasi yang dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya pada saat ini. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, yaitu:
- Kapasitas psikologis dan faktor biologis, seperti keterbatasan pengelolaan emosi, pengaruh genetika, dan penggunaan narkotika, dapat mempengaruhi kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.
- Pengalaman menghadapi tantangan sosial, ekonomi, geopolitik, dan lingkungan, termasuk kemiskinan, kekerasan, dan diskriminasi, dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.
- Situasi ekstrim yang dihadapi seseorang pada periode sensitif rentang kehidupan manusia, khususnya pada masa kanak-kanak. Kekerasan fisik maupun verbal dari orang tua pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi kesehatan mental anak hingga dewasa.
Memiliki kondisi mental yang sehat merupakan hak dasar setiap manusia. Kesehatan mental memiliki peran yang penting karena dapat mempengaruhi perkembangan personal, komunitas, maupun sosial-ekonomi negara.