MENGHADAPI KETAKUTAN BERBICARA DI PUBLIK

Berdasarkan penelitian, sebanyak 70% orang memiliki ketakutan untuk berbicara di hadapan khalayak ramai. Sebagian besar orang mengalami berbagai bentuk kecemasan saat tampil didepan umum, meskipun gejala yang dimunculkan ringan. Bentuk kecemasan yang seringkali muncul dimulai dari tangan berkeringat, kaki gemetar, jantung berdegup kencang, hingga pikiran yang tiba-tiba menjadi kosong.  Berbicara di depan umum biasanya dilakukan pada situasi yang penting, seperti memberikan sambutan di pernikahan sahabat maupun rapat dengan investor. Oleh karena itu, kemampuan untuk berbicara di depan umum perlu ditingkatkan agar Anda dapat mencapai kesuksesan dalam kehidupan personal maupun profesional. 

Berikut ini strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan yang muncul saat berbicara di depan umum.

  1. Fokus pada penonton yang hadir
    Hal ini merupakan tindakan yang sulit untuk dilakukan karena biasanya sumber kecemasan seseorang saat berbicara di depan umum adalah menghadapi wajah dari penonton yang hadir. Poin utama dari strategi ini adalah mengalihkan fokus Anda pada penonton yang hadir dan ‘berbicara’ dengan mereka. Bayangkan diri Anda sedang berbicara dengan seorang teman dan Anda ingin memberikan informasi yang bermanfaat untuknya. 
  2. Memastikan pesan yang diberikan tersampaikan dengan tepat
    Seseorang dengan kemampuan berbicara di publik yang baik akan memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diterima secara jelas dan tepat. Anda diperbolehkan untuk berhenti sejenak dan memperhatikan ekspresi wajah dan gestur yang ditampilkan oleh penonton. Jika mereka merespon presentasi yang disampaikan dengan mengerutkan dahi atau menguap, kondisi tersebut menjadi sinyal bagi Anda untuk meningkatkan semangat penonton agar dapat kembali fokus. Ketika Anda berbicara didepan umum dan menganggap tidak ada yang menonton, hal tersebut membuat ucapan yang disampaikan menjadi kaku dan informasi yang disampaikan sulit untuk dipahami.
  3. Mengubah pikiran yang negatif
    Anda perlu mengubah pikiran negatif yang muncul ketika berbicara dihadapan publik. Daripada Anda berfokus pada kritik yang akan diberikan oleh penonton, Anda dapat mengalihkan pikiran pada kemungkinan  bahwa penonton akan menyukai presentasi yang ditampilkan. Terdapat istilah liking gap yang dapat menggambarkan situasi tersebut. Kebanyakan orang cenderung meremehkan seberapa besar orang lain akan menyukai dirinya. Oleh karena itu, orang-orang sebenarnya menyukai Anda lebih baik daripada apa yang selama ini ada di pikiran Anda. Ada perlu berhenti memusatkan pikiran pada bagaimana orang menilai diri Anda dan berfokus pada tugas yang perlu diselesaikan.

Tinggalkan Komentar