Bersikap optimis merupakan salah satu prediktor penting yang menentukan kesuksesan personal maupun profesional seseorang. Seseorang yang optimis mampu menetapkan tujuan yang penuh ambisi dan berusaha kuat untuk mencapainya meskipun menghadapi hambatan. Pola pikir positif yang dimiliki dapat meningkatkan kebanggaan dan kepuasaan yang lebih besar terhadap kehidupan personal dan pekerjaannya.
Kabar baiknya, sikap optimisme bukan merupakan faktor keturunan, melainkan suatu sudut pandang yang dapat dipelajari dan dilatih. Salah satu strategi yang efektif adalah restrukturisasi kognitif, yaitu proses mengidentifikasi dan menghadapi pola pemikiran negatif dan menggantinya dengan alternatif ide yang lebih positif dan realistis. Melalui proses menginterpretasikan kembali situasi yang terjadi, Anda dapat melatih otak untuk lebih fokus pada potensi hasil yang positif.
Strategi lainnya adalah berlatih bersyukur. Anda perlu meluangkan waktu setiap harinya untuk merefleksikan hal yang dapat disyukuri untuk membantu mengubah fokus berpikir dari situasi negatif menjadi kondisi positif yang terjadi. Latihan ini tidak hanya dapat meningkatkan kondisi emosi, namun juga, dapat mempromosikan pola pikir optimis.
Meskipun demikian, sikap optimis yang berlebihan pun dapat memberikan dampak yang negatif. Unrealistic optimism merupakan keyakinan bahwa hasil yang baik akan terjadi tanpa mempertimbangkan data yang valid. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang membuat keputusan yang salah dan berisiko. Pola pikir yang tidak realistis menyebabkan rencana dan antisipasi yang dibuat menjadi tidak tepat. Oleh karena itu, sikap optimis yang dimiliki perlu seimbang. Pola pikir optimis yang dimliki perlu menggabungkan harapan positif di masa depan dengan pemahaman dan antisipasi tantangan serta resiko secara realistis.