Eustress vs Distress

Saat Anda mendengar istilah ‘stres’, pikiran Anda biasanya langsung mengarahkan pada suatu kondisi negatif, seperti kecemasan, kelelahan, atau kesulitan tidur. Namun, tidak semua stres itu buruk. Pada dasarnya stres merupakan respon alami tubuh saat menghadapi tantangan atau tuntutan tertentu yang akan menyebabkan suatu reaksi fisik dan psikologis. Kondisi tersebut merupakan mekanisme bertahan hidup manusia untuk bertindak secara cepat pada situasi yang berbahaya. Stres dapat dibagi menjadi dua yaitu stres baik yang disebut ‘eustress’ dan stres buruk yang disebut ‘distress’.

Distress merupakan jenis stres yang sering didengar di masyarakat. Distress yang dapat membuat seseorang merasa terbebani dan melelahkan sehingga seringkali menyebabkan kecemasan, depresi, dan gangguan kesehatan lainnya. Sebaliknya, eustress merupakan jenis stres yang dapat memotivasi dan menyemangati seseorang. Contoh eustres adalah perasaan bersemangat saat akan menghadapi proyek atau tantangan baru.

Berdasarkan penelitian, perbedaan eustress dan distress terletak pada persepsi yang dimiliki dan respon yang ditampilkan. Cara pandang seseorang terhadap suatu situasi yang menantang dapat menjadi eustress maupun distress. Bahkan perubahan sudut pandang yang dimiliki seseorang dapat mengubah situasi buruk yang terjadi menjadi sumber motivasi yang besar. 

Berikut ini merupakan beberapa perbedaan eustress dan distress.

 

                         Eustress

                      Distress

Durasi

Biasanya terjadi dalam jangka pendek karena memiliki solusi yang jelas untuk menghadapinya.

Dapat terjadi secara jangka pendek maupun panjang.

Kesulitan

Situasinya dapat menantang namun masih mampu untuk dikendalikan.

Situasinya terasa membebani dan sulit untuk dikendalikan.

Emosi

Dapat memunculkan perasaan frustasi dan khawatir, namun disaat yang bersamaan juga memunculkan perasaan bangga dan senang.

Sebagian besar emosi yang dimunculkan adalah kecemasan, panik, dan perasaan tidak berdaya.

Self-efficacy

(Rasa keyakinan yang dimiliki untuk berhasil menyelesaikan suatu tugas)

Biasanya muncul pada seseorang yang memiliki kepercayaan diri tinggi atau memiliki self efficacy tinggi.

Seringkali muncul pada seseorang yang merasa kemampuan dirinya rendah atau memiliki self efficacy rendah.

 

Tinggalkan Komentar