COACHING VS MENTORING

Istilah mentoring dan coaching seringkali digunakan secara bergantian dalam pengembangan dan pelatiahan SDM di perusahaan. Namun, kedua istilah tersebut memiliki tujuan dan proses yang berbeda.

Menurut The International Coaching Federation (ICF), coaching  didefinisikan sebagai kemitraan yang terjalin dengan klien dalam mendorong proses berpikir dan kreativitas yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pibadi dan profesional. Tujuan dari coaching adalah membuka potensi yang dimiliki seseorang dan mengoptimalkannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Pokok utama dari proses coaching adalah bagaimana pimpinan mampu memberikan inspirasi bagi pegawai untuk memberikan usaha yang lebih baik dan menjadi ahli dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Coaching yang efektif menjadikan pegawai mampu untuk menyelesaikan masalahnya secara mandiri. Proses coaching sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan terus dilakukan saat pegawai mencapai keberhasilan maupun kegagalan.

Sedangkan, mentoring merupakan relasi informal yang berfokus untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan untuk jenjang karir jangka panjang. Dalam proses mentoring, mentor seringkali menceritakan pengalaman pribadinya untuk membantu mentee belajar. Mentor akan memberikan informasi dan memberikan saran secara langsung kepada mentee terkait pekerjaan yang harus diselesaikan. Proses ini bermanfaat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi pegawai, namun, tidak mengarahkan pegawai untuk menyelesaikan masalah secara mandiri dengan cara penyelesaiannya sendiri.

Secara singkat, proses mentoring bertujuan untuk menunjukkan pegawai apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sedangkan, coaching menekankan pada kenapa pegawai harus melakukan proses pekerjaan tersebut. Sehingga, pegawai dapat mengembangkan solusi masalah secara mandiri.

Tinggalkan Komentar