Mengkomunikasikan umpan balik kepada seseorang merupakan sebuah seni. Anda membutuhkan kerangka pemikiran yang tepat untuk mengetahui aspek yang perlu dikembangkan. Anda pun perlu menyampaikan umpan balik tanpa menghakimi orang tersebut, melainkan untuk kepentingan pengembangan dirinya.
Pemberian umpan balik secara langsung pada intinya sulit untuk di terima oleh orang-orang pada umumnya. Anda perlu mengamati sikap dan bahasa non verbal yang ditampilkan oleh orang tersebut saat memberikan umpan balik. Saat ia menunjukkan kegelisahan dan sikap tidak nyaman dengan umpan balik yang disampaikan, Anda perlu mengubah strategi dengan ‘mempercantik’ umpan balik yang disampaikan.
Menanyakan tentang persepsi diri ideal yang dimiliki oleh seseorang dapat membuat seseorang lebih terbuka dengan umpan balik yang diberikan. Penyampaian umpan balik yang berlandaskan diri ideal seseorang dapat membuatnya lebih kritis terhadap performa saat ini dan mempermudah penerimaan saran pengembangan yang diberikan.
Pemberian umpan balik sebaiknya dirancang untuk setiap individu, karena keunikan karakteristik setiap orang membuat umpan balik perlu disampaikan secara berbeda-beda. Anda perlu membekali diri dengan teknik-teknik pembinaan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.
Pemberian umpan balik merupakan pekerjaan seumur hidup karena selalu ada aspek baru yang perlu dipelajari dan dikembangkan.