Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan proses rekruitmen yang dilaksanakan perusahaan dan organisasi berubah secara drastis. Perusahaan harus mengoptimalisasikan penggunaan media sosial mereka, tidak hanya menggunakan Linkedin lagi, untuk dapat mencari kandidat yang potensial untuk bergabung di posisi yang dibutuhkan. Platform media sosial lainnya, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube, dapat dipertimbangkan untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Tren penggunaan media sosial saat ini adalah ‘soft recruitment’, dimana kondisi kerja perusahaan yang baik dan keeratan antar pegawai perusahan menjadi aspek yang menarik minat para pencari kerja. Oleh karena itu, menampilkan gambar atau video situasi kerja yang menyenangkan pada iklan lowongan kerja merupakan cara yang efektif untuk menarik kandidat yang potensial.
Pandemi Covid-19 juga telah mendorong perusahaan untuk bekerja secara jarak jauh dan gaya kerja ini sekarang menjadi tren. Transisi ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam melakukan rekrutmen secara offline atau online. Wawancara jarak jauh (remote interview) memberikan pola rekrutmen yang memudahkan bagi perusahaan dan kandidat.
Dengan perubahan yang terjadi setelah pandemi, apakah akan terjadi ’talent war’ di kemudian hari? Garcea (dalam www.forbes.com) menyatakan bahwa hal tersebut dapat terjadi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyusun keuntungan bagi pegawai yang sesuai situasi pasca pandemi, seperti menyediakan fleksibilitas waktu dan lokasi kerja, sehingga dapat menarik kandidat yang potensial.