DAMPAK PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA BAGI KESEHATAN MENTAL

Technology is a useful servant but a dangerous master“. Penyataan yang disampaikan oleh Christian Lous Lange mengisyaratkan dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi, khususnya sosial media. Semakin mendominasinya berbagai platform sosial media dalam interaksi manusia sehari-hari, dampak yang diberikan semakin meningkat secara signifikan.

Masalah terkini yang disebabkan oleh penggunaan sosial media adalah manipulasi berita akibat algoritma dimiliki untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu tersebut. Algoritma-algoritma ini didesain untuk memaksimalkan keterikatan pengguna dengan isu tertentu dan seringkali memanfaatkan aspek emosional seseorang sehingga mempengaruhi kesehatan mentalnya. Hasil laporan dari Wall Street Journal menunjukkan bahwa platform sosial media, seperti Facebook dan Instagram, dapat meningkatkan perasaan cemas, depresi, dan kesepian, terutama pada pengguna remaja.

Algoritma dapat membuat echo chamber dengan menampilkan konten yang sejalan dengan informasi yang dipercayai oleh pengguna. Fenomena ini memperkuat persepsi negatif yang telah dimiliki. Pada beberapa konteks seperti sosial dan politik, echo chamber di sosial media membuat persepsi masyarakat seolah-olah hanya terbagi pada beberapa kelompok tertentu dan membatasi informasi mengenai pendapat-pendapat yang lebih luas dan beragam.

Membandingkan diri dengan kondisi orang lain yang ditampilkan di sosial media juga merupakan permasalahan yang disebabkan oleh meningkatnya intensitas penggunaan sosial media. Perbandingan yang terus dilakukan secara konsisten dapat menurunkan kepercayaan diri dan konsep tubuh yang ideal. Kebanyakan remaja merasa tertekan untuk menampilkan diri secara sempurna di sosial medianya. Tekanan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemasan, depresi, dan gangguan makan, seperti bulimia, anorexia, dan binge-eating disorder.

Selain itu, penggunaan sosial media yang berlebihan dapat mempengaruhi produktivitas dan kemampuan berpikir seseorang. Dorongan untuk selalu mengecek notifikasi dan informasi terbaru dapat menghambat proses berpikir dan membuat kemampuan bekerja menurun. Seringnya mengalihkan fokus antara pekerjaan dan sosial media membuat otak bekerja secara berlebihan sehingga membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Menurunnya produktivitas dalam bekerja dapat menyebabkan stress meningkat.

Tinggalkan Komentar