“Saya sudah berhasil mencapai banyak kesukesan dalam hidup. Saya berhasil lulus dari universitas unggulan dengan nilai terbaik. Saya berhasil mendapat pekerjaan dengan gaji yang besar. Saya juga berhasil mendapatkan promosi jabatan di perusahaan. Saya memiliki uang membeli apapun yang saya inginkan. Tapi, saya merasa diri saya masih bisa melakukan lebih banyak lagi. Orang disekitar saya dapat melakukan hal-hal yang lebih impresif daripada saya. Kapan saya merasa diri saya ini sudah cukup baik?”
Penyataan diatas disampaikan oleh seseorang yang selalu mengejar prestasi dan kesuksesan. Mereka memiliki keyakinan bahwa mencapai suatu prestasi merupakan suatu kewajiban. Mereka merasa bahwa tujuan hidup mereka selalu bergerak maju dan mereka harus melakukan hal yang lebih besar. Seseorang yang selalu berjuang untuk mencapai kesempurnaan memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki gejala kecemasan, depresi, dan kelelahan (burnout). Dalam mencapai sesuatu dalam hidup dan merasa tenang dengan apa yang telah dicapai, maka seseorang harus menentukan kapan kondisi yang cukup memuaskan baginya.
Berikut ini merupakan hambatan yang mempersulit seseorang merasa cukup dengan pencapaian yang telah dicapai.
- Perfeksionisme dapat mengarahkan seseorang untuk memiliki standar hidup tinggi yang tidak realistis.
- Self-criticism membuat seseorang menilai kemampuan diri secara keras dan tajam sehingga lebih berfokus pada aspek yang salah daripada keberhasilan yang dicapai.
- Membandingkan diri dengan orang lain secara teru-menerus membuat pencapaian yang telah dilakukan selalu terasa kurang.
- Tekanan dan harapan dari lingkungan sosial membentuk definisi sukses yang ‘seharusnya’ dicapai oleh seseorang.
- Pengalaman yang dimiliki sebelumnya memberikan kesan bahwa hasil yang dicapai lebih penting daripada proses yang dilalui.
Pada dasarnya semua orang ingin untuk mencapai sesuatu kesuksesan dalam hidupnya dan merasakan kepuasan atas pencapaian yang telah diraih. Meskipun terkadang banyak orang terlalu berfokus untuk kesuksesan apa lagi yang ingin diraih sehingga merasa pencapaian yang telah diraih menjadi kurang cukup. Oleh karena itu, Anda perlu menyadari bahwa Anda adalah seorang manusia yang memiliki banyak aspek dalam hidupnya. Hidup tidak selalu mengenai kesuksesan meraih sesuatu. Bagaimana perasaan Anda dan bagaimana Anda menjalani hidup merupakan hal yang lebih penting. Anda juga perlu menerima setiap kesalahan yang dibuat. Dalam broses belajar dan berkembang, Anda perlu merasakan jatuh terlebih dahulu. Membentuk kembali sudut pandang Anda mengenai kesuksesan dapat membantu Anda untuk merasa lebih bahagia dan bermanfaat dalam menjalani hidup.