TAKUT AKAN KEGAGALAN (FEAR OF FAILURE)

Semua orang takut mengalami kegagalan. Bagi beberapa orang, kegagalan dapat merepresentasikan ancaman psikologi yang signifikan sehingga motivasi utama mereka adalah menghindari kegagalan daripada mencapai kesuksesan. Ketakukan tersebut membuat mereka secara tidak sadar menghalangi kesuksesan yang dapat diraih.

Kegagalan dapat memunculkan emosi negatif, seperti kecewa, marah, frustasi, sedih, menyesal, dan bingung. Namun, takut gagal tidak didorong oleh emosi negatif tersebut. Aspek utama yang membuat seseorang takut akan kegagalan adalah takut akan perasaan malu (fear of shame). Malu merupakan emosi yang dapat meracuni kondisi psikologis seseorang karena malu membuat kita merasa buruk tentang siapa diri kita. Perasaan malu mempengaruhi identitas, kepercayaan diri, dan kesehatan mental seseorang. Perasaan malu yang dirasakan dapat menurunkan rasa keberhargaan diri seseorang.

Berikut ini merupakan kriteria karakteristik seseorang yang memiliki ketakutan akan kegagalan.

  1. Kegagalan membuat Anda khawatir mengenai apa yang dipikirkan orang lain.
  2. Kegagalan membuat Anda khawatir mengenai kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan di masa depan.
  3. Kegagalan membuat Anda khawatir kalau orang lain menjadi tidak menyukai Anda.
  4. Kegagalan membuat Anda khawatir tentang seberapa pintar atau mampu diri Anda.
  5. Kegagalan membuat Anda khawatir akan mengecewakan orang yang opininya penting bagi Anda.
  6. Saat mengalami kegagalan, Anda kesulitan untuk membayangkan cara lain yang dapat dilakukan untuk sukses.
  7. Anda mudah terganggu oleh tugas atau aktivitas yang tidak penting sehingga menghalangi persiapan untuk menyelesaikan pekerjaan.
  8. Anda cenderung menunda dan ‘kehabisan waktu’ untuk melakukan persiapan yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Masalah utama dari rasa takut akan kegagalan adalah perilaku tersebut seringkali dilakukan secara tidak sadar. Dua tindakan berikut dapat membantu Anda untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan yang berlebihan.

  • Sadari dan terima ketakutan Anda
    Menerima bahwa kegagalan yang dialami membuat Anda merasa takut dan malu merupakan hal yang penting. Anda perlu mencari orang terdekat yang dipercaya untuk mendiskusikan perasaan tersebut. Membawa perasaan tersebut ke alam sadar mencegah perilaku yang dapat menyabotase diri sendiri secara tidak sadar. Selain itu, Anda akan mendapatkan dukungan dan empati dari orang lain sehingga dapat meningkatkan keberhargaan diri.
  • Fokus pada aspek yang dapat di kontrol
    Anda perlu mengidentifikasi aspek yang dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol saat melakukan persiapan dan berfokus pada aspek yang dapat dikontrol. Anda sebaiknya menggunakan sudut pandang lain untuk menganalisa aspek yang dirasa tidak bisa dikontrol sehingga Anda dapat mengontrolnya.

Tinggalkan Komentar