Membuat keputusan merupakan kunci utama dari fungsi otak manusia. Disadari atau tidak, kita selalu membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Makan apa siang ini? Transportasi apa yang akan digunakan untuk berangkat kantor? Film apa yang bagus untuk ditonton?
Ketika membuat keputusan, kita membentuk opini dan memilih tindakan melalui proses mental yang dipengaruhi oleh alasan, bias, emosi dan memori yang dimiliki. Anda memiliki kebebasan untuk memilih tindakan yang akan dilakukan. Kita akan mempertimbangkan manfaat dan harga yang harus diberikan untuk setiap pilihan yang dimiliki. Kita pun mempertimbangkan kesanggupan untuk menerima konsekuensi atas pilihan tersebut. Seringkali seseorang membuat keputusan secara cepat dan otomatis saat menghadapi situasi yang familiar. Kondisi tersebut terjadi karena ia telah memiliki pengalaman panjang mengenai tindakan yang benar dan salah. Meskipun demikian, saat dihadapkan pada situasi baru, seseorang memerlukan waktu untuk mempertimbangkan potensi keuntungan dan resiko atas pilihan yang tersedia. Kebanyakan orang melakukan kesalahan dan menghadapi konsekuensi negatif saat menghadapi situasi baru.
Kemampuan untuk berpikir kritis merupakan kunci untuk membuat keputusan yang baik. Hal ini berarti Anda tidak bisa mengambil keputusan hanya berdasarkan intuisi dan firasat yang dimiliki. Anda perlu melengkapi pengetahuan yang dimliki melalui segala sumber informasi yang dapat diakses. Beberapa faktor yang membatasi kemampuan untuk membuat keputusan yang efektif adalah kurangnya lengkapnya informasi yang dimiliki, adanya batas waktu untuk membuat keputusan, dan keterbatasan kondisi fisik dan emosi.