Konflik di tempat kerja merupakan situasi yang tidak bisa dihindari. Contoh konflik yang biasa terjadi di tempat kerja adalah : konflik antara tanggung jawab di kantor dengan peran sebagai orang tua di rumah, konflik antar sesama rekan kerja, atau konflik dengan perusahaan berupa eksploitasi pegawai. Konflik ini bisa terjadi pada level individu, kelompok, maupun organisasi.
Memahami cara seseorang menangani konflik dapat membantu mencari solusi dengan lebih efektif dan efisien. David. B. Cohen mendeskripsikan gaya seseorang mengelola konflik di tempat kerja kedalam 5 kategori sebagai berikut.
- The Sage
Seseorang dengan gaya the sage memiliki cara yang paling efektif dalam mengelola konflik. Mereka mengutamakan kesejahteraan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik dan mencari solusi terbaik yang dapat memuaskan seluruh pihak. Orang dengan tipe ini menggunakan pendekatan kooperatif dalam menangani konflik.
- The Diplomat
The diplomat merupakan seorang yang bersedia melakukan kompromi dalam mencari solusi. Mereka akan mengutamakan kepentingan dirinya terlebih dahulu, baru mempertimbangkan kepentingan pihak lain. Orang dengan tipe ini kesulitan untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh pihak bertolak belakang dengan kepentingannya.
- The Ostrich
Orang dengan tipe the ostrich membenci terjadinya konflik sehingga mereka mengabaikan konflik tersebut. Mereka menunda penyelesaian konflik dan berharap konflik tersebut akan selesai dengan sendirinya. Penundaan penyelesaian konflik tersebut seringkali mengakibatkan the ostrich berada pada situasi yang lebih sulit akibat penumpukan dampak konflik yang terjadi.
- The Philanthropist
Seorang the philantropist merupakan tipe yang penurut. Mereka menganggap konflik merupakan situasi yang tidak menyenangkan dan ingin segera menyelesaikannya dengan mengikuti keinginan pihak lain. Tipe ini mudah terpengaruh solusi yang ditawarkan oleh pihak lain dan bersedia mengorbankan kepentingannya untuk menjalankan solusi tersebut. Seringkali, the philantropist dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang terlibat dan konflik.
- The Warrior
The warrior harus memenangkan kepentingannya. Mereka tidak mempedulikan perasaan dan kepentingan pihak lain yang terlibat dalam konflik dan menganggap konflik sebagai suatu kompetisi. Orang dengan tipe ini tidak ragu untuk memaksa bahkan mengancam pihak lain untuk mendapatkan hal diinginkan.