Terdapat beragam psikotes yang dapat dilakukan untuk menganalisa aspek psikologis dari diri seseorang. Psikotes dapat berbentuk tertulis, verbal, visual, maupun bermain peran. Dalam setting perusahaan, beberapa jenis tes berikut merupakan tipe psikotes yang umum digunakan dalam proses rekrutmen dan seleksi.
- Tes Kemampuan Kognitif
Skor IQ atau kecerdasan seseorang akan didapatkan melalui analisa pada kemampuan berpikirnya. Level kecerdasan kandidat biasanya menjadi salah satu persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Selain skor kecerdasan, analisa mengenai kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, penalaran verbal, non verbal, dsb, bisa didapatkan melalui tes ini.
- Tes Kepribadian
Hasil dari tes kepribadian dapat memberikan informasi mengenai kecocokan karakteristik, sikap, dan motivasi kandidat dengan posisi yang dilamar. Terdapat pro dan kontra dalam penggunaan tes kepribadian untuk rekrutmen dan seleksi. Oleh karena itu, sebaiknya proses rekrutmen perusahaan tidak hanya bergantung pada tes kepribadian.
- Tes Penilaian Situasional
Tes ini dilakukan untuk menilai bagaimana kandidat merespon beragam situasi yang muncul dalam pekerjaan yang dilamarnya. Melalui tes ini dapat diketahui kecocokan sikap kandidat terhadap perannya dalam posisi yang dilamar. Kandidat biasanya akan diminta untuk bermain peran sesuai dengan deskripsi situasi kerja yang berkaitan dengan posisi yang akan dijalani.